Sambung Silaturahmi, EDSA Gelar Difest

Posted by Unknown Minggu, 18 November 2012 0 komentar

 Diskusi mengenai permasalahan fasilitas kampus bersama Sukarni Suryaningsih dalam Difest, Kamis (8/11) di Joglo Fakultas Ilmu Budaya. Dalam diskusi ini, beliau ditemani oleh narasumber lain, yakni Siswo Harsono (ujung kanan), Mytha Candria (kiri), dan Arido Laksono (ujung kiri). (Nina/Manunggal)

ManunggalCybernews – Kamis, (8/11) Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris atau yang lebih dikenal dengan English Department Students Association (EDSA) menggelar Discussion for English Student (Difest) di Joglo Fakultas Ilmu Budaya. Diskusi yang diadakan setahun sekali ini bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi antara dosen dan mahasiswa baru Jurusan Sastra Inggris.
Pada Difest kali ini, tema yang diangkat adalah seputar seksi di Jurusan Sastra Inggris dan permasalahan fasilitas kampus. Tema ini diambil berdasarkan perolehan terbanyak dari angket yang diberikan kepada mahasiswa baru Jurusan Sastra Inggris beberapa hari sebelumnya.
Diskusi yang dihadiri oleh sekitar 50 mahasiswa ini diawali dengan pemaparan masing-masing seksi yang ada di Jurusan Sastra Inggris, yakni Sastra (Literature), Bahasa (Linguistics), dan Kajian Budaya Amerika (American Cultural Studies).
Pemaparan pertama mengenai Seksi Sastra dibawakan oleh Siswo Harsono, Ketua Seksi Sastra Jurusan Sastra Inggris. Selanjutnya, pemaparan tentang Seksi Bahasa dibawakan oleh Mytha Candria. Terakhir, pemaparan mengenai Seksi Kajian Budaya Amerika dibawakan oleh Arido Laksono.
Usai pemaparan dan sesi tanya jawab seputar peminatan yang ada di Jurusan Sastra Inggris, acara dilanjutkan dengan diskusi seputar permasalahan fasilitas kampus bersama Ketua Jurusan Sastra Inggris, Sukarni Suryaningsih. “Sebagai pengelola jurusan, saya minta maaf kalau fasilitas laboratorium masih sangat minim, tapi saya bisa menjajikan akan menjadi lebih baik dan harus lebih baik,” tuturnya diakhir diskusi. (Nina/Manunggal)

Baca Selengkapnya ....

BEM KM GELAR SCHOLARSHIP SHOW 2012

Posted by Unknown 0 komentar
Sesi tanya jawab bersama Robert Wibowo, direktur International Institute (kiri);  Elrade Rofaani, perwakilan dari Erasmus Mundus (tengah); dan moderator (kanan) pada Seminar Scholarship Show 2012 di Gedung Soedarto, Sabtu (3/11). (Nina/Manunggal)
 
ManunggalCybernews -Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM KM Undip) menggelar Seminar Nasional “Scholarship Show 2012: How to get study abroad”, Sabtu-Minggu (3-4/11). Bertempat di Gedung Soedarto, acara ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta. Menurut penuturan Ketua Panitia, Ahmad Maulin Naufa, acara ini digelar dengan tujuan memberi informasi kepada para peserta tentang beasiswa luar negeri dan memberikan motivasi kepada mereka untuk mendapatkannya.
Acara yang merupakan acara tahunan ke-4 dari Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) BEM KM ini digelar selama dua hari. Pada hari pertama, para peserta mendapatkan pemaparan tentang beasiswa luar negeri serta gambaran perkuliahan di luar negeri dari perwakilan Internasional Institute, International Pasific College, Erasmus Mundus, dan Aminef. Selain itu, acara ini juga menghadirkan Taufik Efendi, tuna netra peraih 8 beasiswa luar negeri. Tak sampai disitu, ada juga Expo Beasiswa yang menghadirkan berbagai stand yang dapat dikunjungi oleh para peserta.
Sedangkan pada hari kedua, para peserta mendapatkan materi dari ILP. Setelah itu, diselenggarakanlah simulasi IELTS dan pembahasannya. Lalu, Uni.mac dan Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang pun memaparkan materinya, disusul oleh pemaparan dari AB Susanto, koordinator beasiswa unggulan Dikti dan Rektor Undip, Prof Sudharto P Hadi, MES, PhD. Wuri Pangestuti, salah seorang peserta seminar, menuturkan bahwa acara ini cukup informatif. “Sekarang saya jadi tahu sedikit banyak tentang beasiswa luar negeri,” tuturnya. (Nina/Manunggal)

Baca Selengkapnya ....

LESTARIKAN LAGU DAERAH MELALUI PENTAS SENI

Posted by Unknown Jumat, 16 November 2012 1 komentar

Penampilan band Pyong Pyong, salah satu dari 8 band lokal yang membawakan lagu daerah yang diaransemen sesuai genrenya. (Meris/Manunggal)

ManunggalCybernewsJumat (2/11), bertempat di Hotel Bukit Asri Gombel, komunitas mahasiswa Semarang, Sahabat Kampus, menggelar pentas seni musik akustik bertajuk Save It or Lose It “atribute to Indonesian folksong”. Delapan band lokal dan satu band dari Jogja tampil membawakan hampir semua genre musik yang ada, yakni Tnanan Percussion (perkusi), The Siscandens (SKA), Oldyoung (indie pop), Rencang Rencong (keroncong urban), Thelastree (post pop), Good Morning Everyone (rock), PyongPyong (punk melodic), Rastaline (reggae), dan band blues asal Yogyakarta, Yoggi N'Thetroublemakker. Uniknya, setiap band yang tampil wajib meng-cover dua buah lagu daerah yang diaransemen sesuai dengan genre band mereka.
Menurut penuturan Adit, vokalis band Pyong Pyong, selaku pencetus tema Save It Lose It, acara ini diselenggarakan untuk memotivasi pemuda yang belum terjamah akan konsep seperti ini. Kita sebagai generasi muda harusnya bangga akan kebudayaan kita dan turut ikut serta melestarikannya agar tidak di plagiatisme oleh Negara tetangga. Kita boleh terpengaruh oleh budaya barat, namun akan lebih baiknya jika kita mengaransemennya dengan memasukkan unsur budaya kita didalamnya. Seperti halnya flashmove yang lagi ngetrend saat ini, kita boleh menirukan konsepnya flashmove namun akan lebih baiknya jika flashmove dikemas dengan alunan musik tradisional. Sehingga musik-musik tradisional kita bisa go international. Menurut saya, go international nggak usah muluk-muluk, cukup lewat youtube juga sudah bisa dikatakan go International,” terang Adit disela membawakan lagunya di atas panggung.
Sentuhan lighting yang senada dengan musik disertai tepuk tangan serta sorakan dari penonton membuat suasana semakin hangat walaupun hujan sedang mengguyur deras. Hampir semua penonton yang merupakan mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang antusias mengikuti acara yang diselenggarakan secara gratis oleh Sahabat Kampus ini. Seperti yang diungkapkan oleh Tanya, mahasiswi Unika asal Ukraina yang juga penggemar musik rock klasik dan blues ini mengaku sangat interesting dengan acara seperti ini. (Meris/Manunggal)

Baca Selengkapnya ....
Modified by Admin | Copyright of ManunggalCybernews.