LESTARIKAN LAGU DAERAH MELALUI PENTAS SENI
Jumat, 16 November 2012
1
komentar
Penampilan band
Pyong Pyong, salah satu dari 8 band lokal yang
membawakan lagu daerah yang diaransemen
sesuai genrenya. (Meris/Manunggal)
ManunggalCybernews – Jumat (2/11), bertempat di Hotel Bukit Asri Gombel, komunitas mahasiswa Semarang, Sahabat Kampus, menggelar pentas seni musik akustik bertajuk Save It or Lose It
“atribute
to
Indonesian
folksong”. Delapan
band lokal dan satu band
dari Jogja tampil
membawakan hampir semua genre musik yang ada, yakni Tnanan
Percussion (perkusi), The Siscandens (SKA), Oldyoung (indie pop), Rencang Rencong (keroncong urban), Thelastree
(post pop), Good Morning Everyone (rock),
PyongPyong (punk melodic), Rastaline (reggae), dan band blues asal Yogyakarta, Yoggi N'Thetroublemakker. Uniknya, setiap band yang tampil wajib meng-cover dua buah lagu daerah
yang diaransemen sesuai dengan genre band mereka.
Menurut penuturan Adit, vokalis band Pyong Pyong, selaku pencetus tema Save It Lose It, acara ini diselenggarakan untuk memotivasi pemuda yang belum terjamah akan konsep seperti ini. “Kita sebagai generasi muda harusnya bangga akan kebudayaan kita dan turut ikut serta melestarikannya agar tidak di plagiatisme oleh Negara tetangga. Kita boleh terpengaruh oleh budaya barat, namun akan lebih baiknya jika kita mengaransemennya dengan memasukkan unsur budaya kita didalamnya. Seperti halnya flashmove yang lagi ngetrend saat ini, kita boleh menirukan konsepnya flashmove namun akan lebih baiknya jika flashmove dikemas dengan alunan musik tradisional. Sehingga musik-musik tradisional kita bisa go international. Menurut saya, go international nggak usah muluk-muluk, cukup lewat youtube juga sudah bisa dikatakan go International,” terang Adit disela membawakan lagunya di atas panggung.
Menurut penuturan Adit, vokalis band Pyong Pyong, selaku pencetus tema Save It Lose It, acara ini diselenggarakan untuk memotivasi pemuda yang belum terjamah akan konsep seperti ini. “Kita sebagai generasi muda harusnya bangga akan kebudayaan kita dan turut ikut serta melestarikannya agar tidak di plagiatisme oleh Negara tetangga. Kita boleh terpengaruh oleh budaya barat, namun akan lebih baiknya jika kita mengaransemennya dengan memasukkan unsur budaya kita didalamnya. Seperti halnya flashmove yang lagi ngetrend saat ini, kita boleh menirukan konsepnya flashmove namun akan lebih baiknya jika flashmove dikemas dengan alunan musik tradisional. Sehingga musik-musik tradisional kita bisa go international. Menurut saya, go international nggak usah muluk-muluk, cukup lewat youtube juga sudah bisa dikatakan go International,” terang Adit disela membawakan lagunya di atas panggung.
Sentuhan lighting yang senada dengan musik
disertai tepuk tangan serta sorakan dari penonton membuat suasana semakin
hangat walaupun hujan sedang mengguyur deras. Hampir semua penonton yang merupakan mahasiswa dari
berbagai kampus di Semarang antusias mengikuti acara yang diselenggarakan secara gratis
oleh Sahabat Kampus
ini. Seperti yang
diungkapkan oleh Tanya, mahasiswi Unika asal Ukraina yang juga penggemar musik
rock klasik dan blues ini mengaku sangat interesting
dengan acara seperti ini. (Meris/Manunggal)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: LESTARIKAN LAGU DAERAH MELALUI PENTAS SENI
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://manunggal-undip.blogspot.com/2012/11/lestarikan-lagu-daerah-melalui-pentas.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5

1 komentar:
video dokumentasinya ada min?
Posting Komentar